myDNA Dermatoglyphics

Dermatoglyphics berasal dari bahasa Yunani "derma" yang berarti kulit dan "glyphics" yang berarti ukiran. Penelitian mengenai dermatoglyphics tersebut mencakup ukiran pada jari (sidik jari tangan dan kaki) serta ukiran pada telapak tangan (garis tangan).

Studi dermatoglyphics dapat ditelusuri kembali ke hampir 200 tahun penelitian. studi ini telah dibuktikan dengan bukti dalam bidang antropologi, genetika, obat-obatan dan statistik untuk memecahkan kode kemampuan bawaan manusia (bawaan karakteristik).

Hal ini dimulai pada tahun 1823 ketika Johannes E. Purkinje, seorang ahli fisika dan biologi dari Republik Ceko menemukan adanya relevansi antara sidik jari dan multiple-intelligence pada manusia. Penelitian medis memverifikasi bahwa pembentukan sidik jari dimulai pada minggu ke-13 pada tahap embrionik dan diselesaikan pada minggu ke 19.

Beberapa peneliti yang telah mempelajari dermatoglyhpics antara lain:
  1. Johannes E. Purkinje, seorang ahli fisika dan biologi dari Republik Ceko pada tahun 1823 mulai meneliti garis-garis  yang menonjol dari kulit telapak tangan dan kaki manusia. Melalui penelitian ini, Johannes mencoba mensistematiskan hubungan antara bentukan tersebut dengan otak manusia.
  2. Tahun 1880 Nature Journal mempublikasikan dua artikel yang ditulis oleh Dr. Henry Fauld dan Professor W.J. Herschel. Artikel ini merekomendasikan penggunaan sidik jari sebagai cara yang unik untuk mengidentifikasi manusia.
  3. Tahun 1892, Sir Francis Galton dalam penelitiannya menunjukkan bahwa dermatoglyphics mengungkapkan adanya hubungan genetik.
  4. Professor Harold Cummins pada tahun 1926 memimpin penelitian tentang Dermatoglyphics dan menemukan bahwa kelainan dalam kromosom menunjukkan kelainan pada sidik jari. Selama 13 minggu, ketika embrio berada dalam rahim ibu, sidik jari dan sidik pada telapak kaki mulai terbangun dan terbentuk dan kemudian resmi menemukan bentuknya pada minggu ke 24 dan tidak akan berubah lagi seumur hidup. Hal ini berhubungan dengan perkembangan otak. Sel-sel otak mulai berkembang pada minggu ke 15. Penemuan penting ini didokumentasikan dan dikenal luas di dalam maupun di luar ranah area genetika.
  5. Ahli medis dari Jepang, Dr. Ueno mengemukakan adanya hubungan dekat antara jari kanan dan kiri dengan otak kanan dan kiri. Tulisan dan teori Dr. Ueno juga dapat ditemukan dalam ranah akademis lainnya.
  6. Tahun 1981, Professor Roger W. Sperry dan rekan-rekan penelitiannya dianugerahi hadiah Nobel untuk kategori biologi atas kontribusi mereka mengenai fungsi otak kanan dan otak kiri sebagai teori dual brain. Penelitian yang berhubungan dengan otak memasuki puncaknya pada tahap ini. Pada saat yang sama, penelitian ini digunakan secara luas oleh berbagai ilmuwan dari berbagai bidang ilmu pengetahuan lainnya.
Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Cina dan Taiwan, dermatoglyphics mengadopsi teknologi di bidang pendidikan, manajemen sumber daya manusia, perekrutan, hiburan dan bakat kepanduan. Bahkan, didunia barat, dermatoglyphics telah digunakan dalam ilmu kedokteran dan kriminologi.

Brain Child Learning memiliki teknologi dermatoglyphics terbaru yang pertama dan satu-satunya di Indonesia mendapatkan hak paten dari Amerika, dengan akurasi sampai 95% untuk menemukan potensi dan bakat bawaan seseorang.

Alangkah disayangkan bahwa kebanyakan dari kita tidak mengetahui potensi, bakat dan kekuatan kita, apalagi kemampuan untuk membangun kehidupan di sekitar kita. Hal-hal ini sangat dipengaruhi oleh orang tua, guru, atasan atau bahkan media dan rekan-rekan kita, sehingga dengan ketidaktahuan potensi, bakat dan kekuatan kita menjadikan kita hidup biasa-biasa saja. Kekuatan kita tertidur dan diabaikan, dan hal ini terus berlangsung dari generasi ke generasi. Saatnyalah kita harus mengetahui potensi, bakat dan kekuatan generasi kita selanjutnya, yaitu anak-anak kita.................................Dermatoglyphics Consultant


Manfaat dari teknologi myDNA Dermatoglyhpics

1. Memahami Karakteristik Bawaan
   Untuk anak-anak:
  • Orangtua sering salah paham terhadap anak-anak mereka hanya karena tidak tahu karakteristik bawaan anak mereka (penasaran, memberontak, gigih, dll).
  • Untuk mengetahui bagaimana berkomunikasi secara efektif berdasarkan gaya komunikasi bawaan.  
  • Untuk memahami dan mengembangkan metode interaksi yang efektif dengan anak.
   Untuk orang dewasa:
  • Test ini dapat digunakan untuk evaluasi diri dan kompatibilitas dengan pasangan atau mitra bisnis.


2. Memahami Gaya Belajar Bawaan
   Untuk anak-anak:
  • Agar orangtua dapat memberikan suasana belajar yang sesuai dengan gaya belajar anak-anaknya, sehingga anak-anak tersebut dapat belajar dengan mudah.
  • Rekomendasi agar orangtua dapat menempatkan anak-anak mereka dalam kursus/lembagai pendidikan dimana kurikulumnya sesuai dengan gaya belajar bawaan anak.
   Untuk orang dewasa:
  • Mengungkapkan kekuatan yang dimiliki seseorang dan untuk membimbing orang tersebut untuk bekerja lebih baik di tempat kerja.
  • Untuk memberikan pelatihan dan bimbingan yang tepat, contoh: seseorang yang gaya belajarnya kinestetik (pergerakan) akan lebih baik jika diberikan pelatihan dan bimbingan melalui pengoperasian dan gerakan.

3. Memahami Bakat dan Potensi Bawaan
    Untuk anak-anak:
  • Setiap anak unik dan memiliki bakat bawaan yang berbeda.
  • Untuk memberikan wawasan kepada orangtua tentang anak mereka secara efektif kepada bakat-bakat yang dimiliki anak-anak mereka.
  • Untuk memungkinkan orangtua fokus pada kekuatan anak mereka dan menghilangkan dugaan atau 'tebak-tebakan' pada bakat mereka.
  • Membantu orangtua dalam memilih kursus kreatifitas (seni, musik atau olahraga).
  • Pedoman yang sangat penting ketika memilih jurusan yang paling sesuai dengan kemampuan dan potensi bawaannya.
  • Rekomendasi untuk memilih karir mereka kelak di masa yang akan datang.  
   Untuk orang dewasa:
  • Sebagai referensi yang sangat baik bagi mereka yang ingin membuat perubahan karir, untuk memulai usaha baru atau untuk mempelajari hal-hal yang baru (ketrampilan atau pendidikan).
  • Untuk menghilangkan situasi 'trial and error' dimana perusahaan menempatkan atau mempromosikan karyawannya di satu posisi tertentu tanpa mengetahui potensi dan bakat bawaan karyawannya.