Metode Brain Child Learning

BCL adalah program pengembangan pikiran yang ditujukan untuk anak-anak usia 6-15tahun. Program ini dirancang untuk membekali anak Anda dengan keahlian seumur hidup dan pola pikir yang tepat terhadap pola belajar.
Tujuan akhir BCL adalah untuk membentuk anak-anak dengan pikiran positif untuk menaklukkan rasa takut dan untuk membuat belajar menjadi menyenangkan. Karena lingkungan belajar yang ideal tidak boleh ada stress, tetapi harus membangkitkan semangat, menarik dan jauh dari stress.

BCL tidak mengajarkan pengetahuan, tapi menciptakan keseimbangan yang baik pada anak dengan kemampuan yang luas, kreatifitas, dan menumbuhkan kebiasaan dengan menggunakan potensi otak mereka untuk mencapai:
  1. Memori yang kuat dan konsentrasi (didorong dengan kemampuan mengingat)
  2. Integrasi otak yang lebih baik (cara kreatif untuk memahami, merevisi dan mengingat)
  3. Pola pikir yang lebih tajam dalam memecahkan masalah
  4. Kepercayaan diri yang lebih tinggi (cara yang efektif untuk merangsang pikiran untuk melakukan segala hal dengan lebih baik dan untuk mengekspresikan diri dengan tepat

Setiap anak itu unik dan setiap anak bisa unggul dalam bidang yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan dalam 3(tiga) langkah dibuat sederhana bagi orangtua untuk benar-benar memahami proses dari Metode Brain Child Learning, yaitu:


3 Langkah Menemukan Kejeniusan Anak

Langkah ini dirancang untuk membangunkan otak yang telah terhibernasi (tertidur panjang) dari seorang anak untuk merangsang pola pikir dan kekuatan visualisasi.
Program ini akan mengaktifkan platform komunikasi antara otak kiri dan otak kanan sehingga lebih efektif dalam pertukaran informasi antara kedua belahan otak.
Sekali otak anak dibangunkan dari hibernasi (tidur panjang), maka mereka akan dapat memahami apapun dalam metode belajar dengan mudah dan efisien.

"...sel-sel saraf otak, yang digunakan untuk suatu fungsi, tiba-tiba menjadi sensitif. Arus informasi cepat merangsang sel-sel saraf yang terhubung ke visual dan pusat pendengaran di otak dan membawa rantai reaksi antara masing-masing dan setiap sel saraf, satu demi satu. Proses ini akan mengaktifkan seluruh otak yang kemudian dapat mencapai potensi penuh".
- Professor C. Matthews (USA) -